Pages

Konten

Jumat, 08 Juni 2012

Prinsip Kerja ACG (Alternating Current Generator)


Pada Honda Vario Techno 125 terbaru, terdapat teknologi yang disebut ACG (Alternating Current Generator) oleh Honda. ACG adalah teknologi starter yang menggunakan starter elektrik. Teknologi tersebut bukan hal baru bagi Honda karena sebelumnya teknologi serupa telah hadir pada skutik premium mereka yaitu Honda PCX.


Sistem starter konvensional menggunakan motor listrik dan beberapa gigi penghubung untuk memutar kruk as. Sehingga ketika tombol starter ditekan muncul suara seperti besi beradu sebagai pertanda gigi-gigi strarter saling menggerakkan hingga mesin pun menyala.

Berbeda pada teknologi ACG, pada ACG tidak menggunakan motor starter dan mekanisme gigi starter sehingga dapat mengurangi suara kasar dari gigi-gigi starter dan minim getaran. ACG menggunakan perangkat starter elektrik yang mengandalkan putaran dari generator atau alternator untuk memutar kruk as. Alternator disini berfungsi ganda yaitu sebagai pembangkit listrik dan motor starter. Pada perangkat ACG terdapat 12 kutub magnet permanen yang menempel pada dinding flywheel. di dalam flywheel terdapat 18 kumparan yang melilit inti besi. kumparan tersebut dibagi menjadi 3 hall. Kumparan-kumparan tersebut yang nantinya akan menjadi magnet tidak tetap.

Prinsip kerjanya, saat mesin belum menyala dan pengendara menekan tombol starter, Electronic Control Module (ECM) menerima sensor tersebut dan mengarahkan arus listrik menuju ke 18 kumparan dengan 3 hall berbeda. Ketika ada arus listrik searah (DC) mengalir pada lilitan kawat yang memiliki inti besi akan muncul medan magnet (prinsip kerja perangkat elektromagnet). Karena dibagi menjadi 3 hall maka elektromagnet yang muncul akan menghasilkan sifat tarik-menarik atau tolak-menolak. setelah itu, kutub elektromagnet tersebut akan bereaksi dengan magnet-magnet permanen pada flywheel yang disusun dengan kutub-kutub berbeda pula. sehingga flywheel pun bergerak memutar dan otomatis memutar kruk as dan piston pun bergerak naik turun.

Supaya flywheel dapat memutar kruk as lebih mudah, perangkat ACG starter didukung dengan fitur lain yaitu dekompresi dan swingback. Dekompresi membuat tekanan ruang bakar berkurang saat awal starter sehingga lebih ringan untuk memutar mesin. Pada Vario Techno 125 dekompresi diatur oleh mekanisme pada noken as.

Sedangkan swingback adalah posisi kruk as yang berputar ke arah berlawanan sebelum starter diaktifkan. Berguna memberi awalan (ruang gerak) pada piston. Jadi saat starter diaktifkan, daya untuk memutar piston hingga ke titik atas lebih ringan.

Setelah mesin hidup, aliran listrik ke kumparan diputus oleh ECM. Kini berlaku arah gaya sebaliknya. Flywheel berputar berkat putaran kruk as. Gerakan magnet pada flywheel mempengaruhi kumparan berinti besi. Perangkat tersebut beralih fungsi menjadi alternator kembali. Prinsip Alternator adalah magnet bergerak searah di dekat kumparan berinti besi, maka akan muncul medan listrik. Kemudian arus listrik disimpan di aki.

5 komentar:

  1. Thanks for sharing knowledge

    BalasHapus
  2. keren ya ACG, tapi klo rusak mahak ga ya gantinya

    BalasHapus
  3. mantab kalau bisa ada vidionya

    BalasHapus
  4. Stter motor g mati padahal pas d teken staternya masi bunyi tp kaya gc nyangkut,,mohon bimbinganya

    BalasHapus